
Jakarta Rock Parade 2008 berlangsung selama 3 hari yakni dari tanggal 11-13 Juli 2008. Ya, saya datang pada hari ke-2 JRP beberapa waktu silam. Saya datang dengan beberapa orang teman saya seperti biasanya. Saya datang hari ke-2 karena mengincar dua legenda yakni Roxx dan Rumahsakit! dan juga beberapa band lain yang ingin saya tonton antara lain Mesin Tempur, Dismember, Tengkorak, Getah, dan masih banyak lagi. How was the show that day? Well lets see in my point of view fellas.
Saya tiba di venue Tennis Indoor/Outdoor Senayan sekitar pukul 1 siang.Karena di jadwal tertulis kalau Mesin Tempur main sekitar jam segitu,tapi dari luar venue tidak ada suara hingar bingar Mesin Tempur, dan keliatannya venue juga masi sangat sepi.Seperti nya panitia baru akan memulai harinya.Jadi dengan demikian keadaan saya memutuskan untuk sholat Dzuhur
dahulu di Masjid samping venue. Setelah melaksanakan ibadah Dzuhur saya dan teman - teman langsung memasuki venue. Tapi apa di dalam venue? Sepi sekali belom ada yang main. Jadi dalam Jakarta Rock Parade ini ada 4 stage(park stage,rock lounge,tennis indoor,dan tenis outdoor). Dari ke empat stage tersebut seingat saya belom ada band yang main. Saya pun bingung apakah Mesin Tempur sudah main ato belum. Saya takut Mesin Tempur sudah main ketika saya berada di luar venue. Tapi di venue tidak ada aura performance sama sekali,masi kosong dengan hanya beberapa orang penonton yang mondar mandir sana sini. Sampai sekarang pun saya tidak tahu apakah Mesin Tempur itu sudah main atau memang tidak jadi main pada hari itu. Bila ada yang tau bisa membantu saya sedikit mengenai hal ini.
Oh ya tidak lupa bahwa pada JRP hari itu band asal Australia "Young & Restless" batal tampil. Sebuah pengecewaan memang, apalagi buat salah satu teman saya yang bernama Ali. Dia ingin sekali menonton band yang digadang - gadang sebagai keturunan dari Yeah Yeah Yeahs. Sampai - sampai dia membeli tiket special performance, dimana tiket special performance harus nambah lagi Rp. 200.ooo. Tiket regular seharga Rp. 200.000 mendapatkan 3 stage tanpa special performance, sehingga bila ingin menonton special performance total rupiah yang harus dikeluarkan adalah Rp.400.000, dengan harga sebesar itu penonton diperbolehkan menonton semua stage. Tapi yang terjadi pada hari itu adalah berbeda. Karena Young & Restless dan beberapa band lain yang batal tampil di special stage, panitia dengan baik hati memperbolehkan semua orang yang beli tiket reguler masuk ke semua stage. Lalu yang terjadi dengan yang sudah membeli tiket seharga Rp. 400.000 adalah mereka diberi tiket gratis untuk Jakarta Rock Parade hari ke-3(besoknya).
Oke lanjut ke acara, performance pertama yang saya tonton adalah dari Fall. Dimana mereka hanya membawakan satu lagu! wtf! Tunggu dulu ini saya yakin bukan karena Fall malas manggung pada hari itu. Tapi sebenernya saya juga tidak tahu mengapa. Mungkin dari pihak Fall dan pihak panitia JRP ada beberapa kendala. Atau mungkin juga beberapa alasan logis lain.Yang pasti saya yakin bukan karena Fall tidak mau main.Fall adalah band hebat menurut saya. Yang nonton mereka main juga bisa dihitung dengan jari,karena mungkin waktu itu Fall main siang sekitar jam 2-3an. Roma Sophian membantu Fall mengisi gitar pada set itu. Kebetulan salah satu teman saya yang bernama Winx adalah sahabat dari vokalis Fall, Claude. Jadi setelah Fall bermain, Claude menyalami kita semua dan mengucapkan terima kasih.Hehe. Setelah Fall main,saya kebetulan melihat Ricky Siahaan gitaris Seringai sedang berlalu lalang di venue. Mungkin ini karena Ricky adalah Senior Editor Rolling Stone Magazine Indonesia, dan kebetulan Rolling Stone membuka stand di venue pada saat itu. Saya dan teman saya Ali berhasil foto bareng Ricky pada saat itu hehe.
Saya lupa siapa yang saya tonton berikutnya, tapi kalau tidak salah adalah Tengkorak. Tengkorak was great!! Yap Ombat dkk sangat hebat pada hari itu. Menghajar crowd dengan track - track seperti Konflik,United States of Asu, Mass Forgiveness,dan masi banyak lagi. Saya dapat souvenir berupa semacam aksesoris pergelangan tangan yang kalau tidak salah dilempar oleh Samir sang gitaris ketika akhir mereka manggung.Hehe. Ombat pada saat itu berkhotbah antara lain tentang bagaimana sebenarnya bahwa Amerika lah teroris sesungguhnya di dunia ini. Dan saya rasa itu benar. Dan sepertinya walaupun mereka pada set itu mengcover lagu Napalm Death yang berjudul "Suffer The Children" agama tetap jadi nomor satu buat Tengkorak. Hebat! Salut kepada Tengkorak. Oh ya saya juga melihat Ombat yang sangar melaksanakan solat Maghrib pada saat itu. Hebat! Walaupun musik grindcore tapi tidak lupa dengan yang di atas. Hehe.
Setelah Tengkorak saya menonton beberapa band lain antara lain Getah,Trauma, & LAIN. Getah hebat, dengan nuansa gothic rock nya.Cocok sekali dimainkan pada saat langit sudah gelap. Begitu juga Trauma. Band grindcore ini mampu mengumpulkan crowd pada saat mereka tampil. Lagu - lagu yang mereka bawakan adalah Liburan ke Neraka, Langit Hitam, Api Dalam Otak, dan masih banyak lagi. LAIN juga cukup enak diikuti walaupun sejujurnya saya kurang tahu lagu - lagu mereka. Tapi saya menikmati performance mereka. Sayang saya tidak menonton The Sigit. Karena pada saat yang sama saya menonton Getah. Hehe. Tak apalah saya juga sudah menonton The Sigit sebelumnya di beberapa acara. Tapi Getah belum pernah sebelumnya saya tonton. Hehe.
Saya lupa pukuk berapa pada saat itu, tapi di jadwal seharusnya Roxx sudah main, tapi kok belum main - main? Saya bingung. Sampai saat ini juga saya tidak tahu kalau apakah mereka jadi main apa tidak. Tapi yang jelas pada saat itu saya sudah mondar mandir dan menunggu mereka main di tennis outdoor tapi tidak ada! Tidak ada saudara2! Begitu juga dengan Rumahsakit nantinya yang seharusnya main di park stage. Malahan pas sudah malaman beberapa venue sudah gelap dan kosong. Saya dan teman - teman saya sangat kecewa karena hal ini. Dikabarkan juga bahwa Burgerkill dan Netral batal main. Argh saya kesal sekali pada saat itu. Tapi untungnya setelah itu saya menonton the legendaray Ucok "AKA" & Therapy Project. Hebat sekali! This is rock!! dalam hati saya berkata begitu. Walaupun sudah hampir seumur dengan kakek saya, Ucok masi tampil sangat energetic! Bahkan salah satu aksi panggungnya adalah menggantung dirinya dengan sebuah tali yang diikatkan kapda sebuah tiang gantung dengan posisi kedua kakinya di atas. Ucok "AKA" membuktikkan kepada kita bahwa "your never too old to rock" Hell Yeah! Malam itu mereka membawakan cover - cover dari Deep Purple antara lain seperti Black Night, Smoke On The Water, Soldier of Fortune, dan beberapa lagu mereka sendiri yang jujurnya saya tidak tahu. Maklumlah saya belum lahir ketika band AKA berjaya. Hehe. Sebuah performance yang excellent! Dan nampaknya semua penonton dalam tennis indoor juga berpendapat sama dengan saya. Banyak sekali yang menonton ketika Ucok "AKA" & Therapy Project tampil. Dan saya juga tidak heran dengan itu. Saya dikabarkan oleh teman saya bahwa bersamaan dengan Ucok "AKA" & Therapy Project tampil, Polyester Embassy juga bermain di luar. Sayang ketika Ucok dkk selesai Polyester Embassy juga sudah selesai. Hiks. Oh ya sebelum menonton Ucok dkk, ada band bagus yang bernama G-Pluck bermain di luar. Mereka sepertinya semacam tribute to The Beatles gitu. Sehingga mereka tampil dengan membawakan lagu - lagu dari The Beatles.
Andy Tielman dari Tielman Brothers yang saya tonton berikutnya. It was great also! Membawakan lagu - lagu bernuansa blues/rock. Malam itu Andy Tielman sudah seperti Elvis Presley di atas panggung. Hehe. Dia juga membawakan lagu "Jailhouse Rock." Andy Tielman berkolaborasi dengan Emil(Naif), personel dari band Sore yang saya lupa namanya, dan satu musisi lagi tapi saya lupa juga. Hehe -). Oke setelah dibawa nuansa blues/rock oleh Andy Tielman saya dan teman - teman dihajar oleh band death metal asal Swedia, Dismember!! Yeah!! Walaupun Dismember baru main sekitar jam 1 dini hari, tapi rasanya masi ingin menikmati mereka! Hehe. Bagi malam itu sepertinya Dismember lah penutup, saya tidak tahu apakah ada yang tampil lagi atau tidak setelah mereka karena salah satu teman saya harus segera pulang pas ketika Dismember akan memberikan encore. Tapi walaupun tidak sampai habis bisa dikatakan kalau Dismember sangat menghantam Jakarta malam itu. Dan mereka juga menjadi salah satu band yang menyelamatkan acara menurut saya.
Jadi bisa dikatakan kalau saya agak kecewa dengan banyaknya ketidakjelasan band yang tampil pada hari itu. Apakah mereka jadi atau tidak saya tidak tahu. Atau apakah memang saya yang terlalu bodoh melewati mereka. Saya juga tidak tahu. Tapi yang saya rasakan pada hari itu tidak terasa seperti sebuah "rock parade." Yang saya harapkan adalah mungkin akan seperti Wacken Open Air!! Hehe. Tapi nyatanya tidak begitu. Dan sepertinya panitia nya juga agak kurang persiapan kalau menurut saya. Tapi setidaknya saya cukup puas dengan penampilan - penampilan yang kalau menurut saya sangat menyelamatkan hari itu buat saya. Antara lain dari Tengkorak, Dismember, Ucok AKA & Therapy, Trauma, Getah, Andy Tielman.
Well not what I expected and a bit dissapointed but it's ok lah.
.arwahneraka.
Saya tiba di venue Tennis Indoor/Outdoor Senayan sekitar pukul 1 siang.Karena di jadwal tertulis kalau Mesin Tempur main sekitar jam segitu,tapi dari luar venue tidak ada suara hingar bingar Mesin Tempur, dan keliatannya venue juga masi sangat sepi.Seperti nya panitia baru akan memulai harinya.Jadi dengan demikian keadaan saya memutuskan untuk sholat Dzuhur
dahulu di Masjid samping venue. Setelah melaksanakan ibadah Dzuhur saya dan teman - teman langsung memasuki venue. Tapi apa di dalam venue? Sepi sekali belom ada yang main. Jadi dalam Jakarta Rock Parade ini ada 4 stage(park stage,rock lounge,tennis indoor,dan tenis outdoor). Dari ke empat stage tersebut seingat saya belom ada band yang main. Saya pun bingung apakah Mesin Tempur sudah main ato belum. Saya takut Mesin Tempur sudah main ketika saya berada di luar venue. Tapi di venue tidak ada aura performance sama sekali,masi kosong dengan hanya beberapa orang penonton yang mondar mandir sana sini. Sampai sekarang pun saya tidak tahu apakah Mesin Tempur itu sudah main atau memang tidak jadi main pada hari itu. Bila ada yang tau bisa membantu saya sedikit mengenai hal ini.
Oh ya tidak lupa bahwa pada JRP hari itu band asal Australia "Young & Restless" batal tampil. Sebuah pengecewaan memang, apalagi buat salah satu teman saya yang bernama Ali. Dia ingin sekali menonton band yang digadang - gadang sebagai keturunan dari Yeah Yeah Yeahs. Sampai - sampai dia membeli tiket special performance, dimana tiket special performance harus nambah lagi Rp. 200.ooo. Tiket regular seharga Rp. 200.000 mendapatkan 3 stage tanpa special performance, sehingga bila ingin menonton special performance total rupiah yang harus dikeluarkan adalah Rp.400.000, dengan harga sebesar itu penonton diperbolehkan menonton semua stage. Tapi yang terjadi pada hari itu adalah berbeda. Karena Young & Restless dan beberapa band lain yang batal tampil di special stage, panitia dengan baik hati memperbolehkan semua orang yang beli tiket reguler masuk ke semua stage. Lalu yang terjadi dengan yang sudah membeli tiket seharga Rp. 400.000 adalah mereka diberi tiket gratis untuk Jakarta Rock Parade hari ke-3(besoknya).
Oke lanjut ke acara, performance pertama yang saya tonton adalah dari Fall. Dimana mereka hanya membawakan satu lagu! wtf! Tunggu dulu ini saya yakin bukan karena Fall malas manggung pada hari itu. Tapi sebenernya saya juga tidak tahu mengapa. Mungkin dari pihak Fall dan pihak panitia JRP ada beberapa kendala. Atau mungkin juga beberapa alasan logis lain.Yang pasti saya yakin bukan karena Fall tidak mau main.Fall adalah band hebat menurut saya. Yang nonton mereka main juga bisa dihitung dengan jari,karena mungkin waktu itu Fall main siang sekitar jam 2-3an. Roma Sophian membantu Fall mengisi gitar pada set itu. Kebetulan salah satu teman saya yang bernama Winx adalah sahabat dari vokalis Fall, Claude. Jadi setelah Fall bermain, Claude menyalami kita semua dan mengucapkan terima kasih.Hehe. Setelah Fall main,saya kebetulan melihat Ricky Siahaan gitaris Seringai sedang berlalu lalang di venue. Mungkin ini karena Ricky adalah Senior Editor Rolling Stone Magazine Indonesia, dan kebetulan Rolling Stone membuka stand di venue pada saat itu. Saya dan teman saya Ali berhasil foto bareng Ricky pada saat itu hehe.
Saya lupa siapa yang saya tonton berikutnya, tapi kalau tidak salah adalah Tengkorak. Tengkorak was great!! Yap Ombat dkk sangat hebat pada hari itu. Menghajar crowd dengan track - track seperti Konflik,United States of Asu, Mass Forgiveness,dan masi banyak lagi. Saya dapat souvenir berupa semacam aksesoris pergelangan tangan yang kalau tidak salah dilempar oleh Samir sang gitaris ketika akhir mereka manggung.Hehe. Ombat pada saat itu berkhotbah antara lain tentang bagaimana sebenarnya bahwa Amerika lah teroris sesungguhnya di dunia ini. Dan saya rasa itu benar. Dan sepertinya walaupun mereka pada set itu mengcover lagu Napalm Death yang berjudul "Suffer The Children" agama tetap jadi nomor satu buat Tengkorak. Hebat! Salut kepada Tengkorak. Oh ya saya juga melihat Ombat yang sangar melaksanakan solat Maghrib pada saat itu. Hebat! Walaupun musik grindcore tapi tidak lupa dengan yang di atas. Hehe.
Setelah Tengkorak saya menonton beberapa band lain antara lain Getah,Trauma, & LAIN. Getah hebat, dengan nuansa gothic rock nya.Cocok sekali dimainkan pada saat langit sudah gelap. Begitu juga Trauma. Band grindcore ini mampu mengumpulkan crowd pada saat mereka tampil. Lagu - lagu yang mereka bawakan adalah Liburan ke Neraka, Langit Hitam, Api Dalam Otak, dan masih banyak lagi. LAIN juga cukup enak diikuti walaupun sejujurnya saya kurang tahu lagu - lagu mereka. Tapi saya menikmati performance mereka. Sayang saya tidak menonton The Sigit. Karena pada saat yang sama saya menonton Getah. Hehe. Tak apalah saya juga sudah menonton The Sigit sebelumnya di beberapa acara. Tapi Getah belum pernah sebelumnya saya tonton. Hehe.
Saya lupa pukuk berapa pada saat itu, tapi di jadwal seharusnya Roxx sudah main, tapi kok belum main - main? Saya bingung. Sampai saat ini juga saya tidak tahu kalau apakah mereka jadi main apa tidak. Tapi yang jelas pada saat itu saya sudah mondar mandir dan menunggu mereka main di tennis outdoor tapi tidak ada! Tidak ada saudara2! Begitu juga dengan Rumahsakit nantinya yang seharusnya main di park stage. Malahan pas sudah malaman beberapa venue sudah gelap dan kosong. Saya dan teman - teman saya sangat kecewa karena hal ini. Dikabarkan juga bahwa Burgerkill dan Netral batal main. Argh saya kesal sekali pada saat itu. Tapi untungnya setelah itu saya menonton the legendaray Ucok "AKA" & Therapy Project. Hebat sekali! This is rock!! dalam hati saya berkata begitu. Walaupun sudah hampir seumur dengan kakek saya, Ucok masi tampil sangat energetic! Bahkan salah satu aksi panggungnya adalah menggantung dirinya dengan sebuah tali yang diikatkan kapda sebuah tiang gantung dengan posisi kedua kakinya di atas. Ucok "AKA" membuktikkan kepada kita bahwa "your never too old to rock" Hell Yeah! Malam itu mereka membawakan cover - cover dari Deep Purple antara lain seperti Black Night, Smoke On The Water, Soldier of Fortune, dan beberapa lagu mereka sendiri yang jujurnya saya tidak tahu. Maklumlah saya belum lahir ketika band AKA berjaya. Hehe. Sebuah performance yang excellent! Dan nampaknya semua penonton dalam tennis indoor juga berpendapat sama dengan saya. Banyak sekali yang menonton ketika Ucok "AKA" & Therapy Project tampil. Dan saya juga tidak heran dengan itu. Saya dikabarkan oleh teman saya bahwa bersamaan dengan Ucok "AKA" & Therapy Project tampil, Polyester Embassy juga bermain di luar. Sayang ketika Ucok dkk selesai Polyester Embassy juga sudah selesai. Hiks. Oh ya sebelum menonton Ucok dkk, ada band bagus yang bernama G-Pluck bermain di luar. Mereka sepertinya semacam tribute to The Beatles gitu. Sehingga mereka tampil dengan membawakan lagu - lagu dari The Beatles.
Andy Tielman dari Tielman Brothers yang saya tonton berikutnya. It was great also! Membawakan lagu - lagu bernuansa blues/rock. Malam itu Andy Tielman sudah seperti Elvis Presley di atas panggung. Hehe. Dia juga membawakan lagu "Jailhouse Rock." Andy Tielman berkolaborasi dengan Emil(Naif), personel dari band Sore yang saya lupa namanya, dan satu musisi lagi tapi saya lupa juga. Hehe -). Oke setelah dibawa nuansa blues/rock oleh Andy Tielman saya dan teman - teman dihajar oleh band death metal asal Swedia, Dismember!! Yeah!! Walaupun Dismember baru main sekitar jam 1 dini hari, tapi rasanya masi ingin menikmati mereka! Hehe. Bagi malam itu sepertinya Dismember lah penutup, saya tidak tahu apakah ada yang tampil lagi atau tidak setelah mereka karena salah satu teman saya harus segera pulang pas ketika Dismember akan memberikan encore. Tapi walaupun tidak sampai habis bisa dikatakan kalau Dismember sangat menghantam Jakarta malam itu. Dan mereka juga menjadi salah satu band yang menyelamatkan acara menurut saya.
Jadi bisa dikatakan kalau saya agak kecewa dengan banyaknya ketidakjelasan band yang tampil pada hari itu. Apakah mereka jadi atau tidak saya tidak tahu. Atau apakah memang saya yang terlalu bodoh melewati mereka. Saya juga tidak tahu. Tapi yang saya rasakan pada hari itu tidak terasa seperti sebuah "rock parade." Yang saya harapkan adalah mungkin akan seperti Wacken Open Air!! Hehe. Tapi nyatanya tidak begitu. Dan sepertinya panitia nya juga agak kurang persiapan kalau menurut saya. Tapi setidaknya saya cukup puas dengan penampilan - penampilan yang kalau menurut saya sangat menyelamatkan hari itu buat saya. Antara lain dari Tengkorak, Dismember, Ucok AKA & Therapy, Trauma, Getah, Andy Tielman.
Well not what I expected and a bit dissapointed but it's ok lah.
.arwahneraka.
