Jumat, 20 Juni 2008

Efek Rumah Kaca - Peluncuran Nada Sambung Pribadi "Di Udara"






"...ku bisa tenggelam di lautan, ku bisa di racun di udara..."

Begitulah sebuah petikan lirik dari lagu "Di Udara" dari Efek Rumah Kaca yang kemarin malam pada tanggal 20 Juni 2008 telah meluncurkan nada sambung pribadi untuk lagu tersebut.

Sejak sekitar sehabis Maghrib sudah lumayan banyak penggemar ERK yang nongkrong di Timeout Cafe Pasar Festival, Kuningan. Ada yang menunggu sambil memesan minuman dan berbincang - bincang dengan kolega nya, namun ada juga yang menunggu acara dengan duduk di lantai dan trotoar jalanan. Nampak di kalangan para penonton terlihat para personil ERK sendiri, yakni Cholil, Adrian, dan Akbar. Mereka nampak sedang berbincang - bincang dengan para rekan - rekan mereka. Berhubung acara ini adalah peluncuran nada sambung pribadi lagu "Di Udara" yang didedikasikan untuk Alm. Munir, tampak juga istri dari Alm. Munir Ibu Suciwati dan putranya. Sepertinya pihak acara mengundang Ibu Suciwati untuk menghadiri acara semalam untuk menunjukkan dedikasi yang begitu besar dari ERK dan teman - teman kepada Alm. Munir. Tidak lupa juga bahwa seluruh royalti RBT "Di Udara" akan didonasikan kepada Munir Institute. Yakni sebuah jaringan institusi di bidang pendidikan yang bertujuan untuk menginspirasi publik akan spirit Munir. Sungguh begitu besar dedikasi dari ERK untuk Almarhum.

Langsung saja ke acara. Sekitar pukul 19.00 dua MC pun memegang mic dan membuka acara. Tidak lama setelah itu para penonton diajak untuk menyaksikan pemutaran film "Bunga Dibakar" karya Ratrikala Bhre Aditya. Sebuah dokumenter yang menceritakan tentang Munir dan betapa besarnya beliau, namun banyak orang yang memandang beliau sebelah mata dan tidak suka kepadanya. Secara pribadi saya menyukai film tersebut, dan nampaknya para hadirin yang lain pun juga. Tapi saya tidak akan membahas mengenai film itu pada kesempatan kali ini. Berikutnya acara dilanjutkan dengan pemutaran video klip "Di Udara" karya Adi Cumi. Saya sudah pernah menyaksikan video klip tersebut di Youtube beberapa waktu lalu, tapi rasanya saya belom bosan menyaksikannya berulang - ulang. Dan satu kata untuk video klipnya KEREN!! Saksikan sendiri bila penasaran. Lanjut ke acara, berikutnya adalah penampilan dari beberapa band yang mengisi acara antara lain, Lull, Epic, It's Different Class, sebelum akhirnya ditutup oleh Efek Rumah Kaca sendiri. Sayang saya tidak menonton band - band pembuka ERK kecuali Lull karena ada keperluan. Lull tampil begitu memukau semalam dan pada lagu terakhir mereka membawakan lagu dari Young & Restless (kalo tidak salah). Setelah Lull tampil, ERK pun tampil dan para penonton pun langsung memadati venue. Mereka yang tadinya hanya duduk - duduk seakan dipanggil oleh sinyal ERK dan venue cafe yang berkapasitas kecil itu dipenuhi dengan penonton. Ada yang duduk di lantai di depan ERK main, ada juga yang di belakang berdiri sambil berusaha menyaksikan penampilan dari ERK, bahkan sampai ada yang berdiri di kursi karena tidak bisa melihat dengan berdiri.Hehe. ERK tampil ciamik sekali semalam. ERK tampil tidak begitu lama, namun tetap saja kualitas performa merek dua jempol bahkan empat jempol jika dihitung jempol kaki saya. Mereka membawakan tembang - tembang dari album pertama mereka seperti "Debu - Debu Beterbangan", "Desember", "Sebelah Mata", dan juga sebuah lagu yang akan keluar di album ke-2 nanti yang berjudul "Hujan Jangan Marah", penampilan ditutup dengan lagu Di Udara(kan acaranya juga peluncuran nsp Di Udara, hehe). Namun penonton tidak puas merek mau lagi. Akhirnya dengan baik hati ERK pun memberikan encore dengan membawakan lagu "Jalang."

Sungguh sebuah acara yang hebat dan mulia sekali. Sungguh salut saya sebesar - besarnya untuk ERK dan penyelenggara. Hebat sekali menyaksikan sebuah band yang begitu besarnya dedikasi mereka untuk seorang yang begitu besar perannya terhadap negara ini. Seorang tokoh yang tidak pernah takut untuk membela kebenaran, seorang tokoh yang masih peduli dengan negeri ini, namun sayangnya banyak dari mereka yang tidak senang dan cenderung mengeleminasi beliau dari peradaban.
Munir, Semoga dirimu tenang kini.

"...tapi aku tak pernah mati, tak akan berhenti..."


.arwahneraka.

Tidak ada komentar: